Industri Kemasan Indonesia Cari Peluang Teknologi Baru di Jerman

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 37

Pelaku industri kemasan perlu mempersiapkan diri untuk menyerap teknologi terkini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Industri kemasan Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Packaging Federation (IPF) bersiap untuk mengikuti pameran Interpack 2023 di Jerman. Direktur Eksekutif IPF, Henky Wibawa mengatakan pameran tiga tahunan yang semestinya diselenggarakan pada 2020 itu terpaksa absen selama pandemi Covid-19. Acara tersebut digelar pada 4-10 Mei 2023.

"Persiapannya macam-macam, terutama dalam pameran itu ialah bagaimana untuk mencari network, agar ada kerja sama bagus di bidang material atau yang lainnya," ujarnya dalam keterangan tulis, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya dalam pameran terkemuka tersebut, para pelaku industri kemasan juga perlu mempersiapkan diri untuk menyerap teknologi terkini yang digunakan di industri tersebut. "Hal yang krusial lainnya ialah soal teknologi, bagaimana kita dapat menggunakan teknologi agar lebih efisien dalam menjalankan bisnis kemasan," ucapnya.

Henky juga mengangkat isu industri kemasan yang berkelanjutan terkait dengan mengganti kemasan tradisional dengan kemasan canggih yang mempunyai usia simpan lebih panjang dan meningkatkan keberlanjutan. "Kemasan dapat mendukung konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan memungkinkan penggunaan sumber daya secara efisien dan meminimalkan limbah," ucapnya.

Pameran Interpack 2023, pihak penyelenggara merupakan Messe Düsseldorf melakukan roadshow antara lain ke Indonesia untuk mensosialisasikan penyelenggaraan pameran interpack.

Sementara itu Project Director Interpack Messe Düsseldorf, Thomas Dohse menambahkan, para pelaku industri pengemasan bumi sangat menantikan pameran Interpack. Karenanya sejak jauh hari seluruh area pameran Interpack telah habis terjual.

"Negara-negara pemasok teratas dan negara lainnya tak sabar untuk mempresentasikan solusi inovatif mereka di Interpack 2023. Solusi dan teknologi terkini yang akan sangat mempengaruhi tren kemasan seluruh sektor industri," ucapnya.

Sekitar 2.700 peserta pameran dari seluruh bumi akan menghadirkan teknologi terdepan dan tren pengemasan dari seluruh rantai nilai. Setelah enam tahun dan terpaksa absen selama pandemi berarti ada banyak perkembangan baru di pasar.

Meski tetap ada waktu setahun lagi sebelum acara, Interpack sudah habis dipesan untuk menempati seluruh area pameran. Perusahaan yang berminat tetap dapat mendaftar masuk ke daftar tunggu dan dengan demikian juga mempunyai kesempatan untuk mengikuti pameran.

Saksikan Video Industri Kemasan Indonesia Cari Peluang Teknologi Baru di Jerman Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel