OJK Beberkan Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Tengah Ketidakpastian Global

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 103

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan paparan pada pertemuan The 4th Indonesia Fintech Summit yang diprakarasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BI, AFTECH, dan AFPI di Bali, Kamis (10/11/2022). OJK bersama pemerintah dan pelaku industri finansial teknologi berkomitmen lanjut mendukung peran industri fintech dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung stabilitas keuangan nasional serta memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat pengguna layanan fintech serta ekosistemnya.

Foto: ANTARA FOTO/Humas OJK

Kinerja positif sektor jasa keuangan meningkatkan optimisme dan jadi modal penting

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sektor jasa keuangan Indonesia cukup resilience di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut tercermin dari kinerja positif yang ditorehkan sepanjang tahun ini.

"Apabila kita memandang kondisi kesehatan industri jasa keuangan, bagus perbankan, pasar modal, maupun Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dapat dikatakan pulih dari dampak pandemi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, Rabu (23/11/2022).

Menurut Mahendra, kinerja positif sektor jasa keuangan ini meningkatkan optimisme dan menjadi modalitas krusial dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional 2023 yang diperkirakan akan tetap solid di atas 5 persen.

Meski demikian, Mahendra mengingatkan para pelaku di sektor jasa keuangan tetap hatrus mencermati dan mewaspadai risiko transimisi dan dampak rambatan dari eksternal shock mengingat tingginya keterhubungan pasar keuangan domestik dengan pasar dan ekonomi global.

Menurut Mahendra, bumi saat ini sedang mengalami ketidakpastian akibat eskalasi ketegangan politik yang mengakibatkan terganggunya rantai pasok global. Tidak hanya itu, normalisasi kebijakan the Fed yang memicu inflasi tinggi dan menekan likuiditas serta ancaman resesi di negara maju semakin memperparah ketidakpastian global.

"Berbagai risiko tersebut dapat membawa ekonomi bumi ke jurang resesi bahkan stagflasi di tahun depan. Selain itu, likuiditas dunia juga diperkirakan jadi lebih tertekan sehingga memicu terjadinya volatilitas di sektor keuangan," jelas Mahendra.

Sektor jasa keuangan harus bisa memitigasi dengan bagus dampak volatilitas harga komoditas yang diperkirakan tetap akan lanjut berlanjut. Jika tidak, hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan kinerja konsumsi dan investasi yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

"Terlepas dari itu, kita harus secara proaktif bisa mencegah risiko pemburukan dari dalam dan luar sektor keuangan yang dapat sangat tak terduga arah dan jurusannya. Kita harus merespons dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi," kata Mahendra.

Saksikan Video OJK Beberkan Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Tengah Ketidakpastian Global Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel