Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

PPP Cemaskan Pesantren: Infrastruktur dan Tenaga Medis Kurang | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 27 Mei 2020 12:09 WIB

PPP Cemaskan Pesantren: Infrastruktur dan Tenaga Medis Kurang | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi salat tarawih pertama di Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember pada awal Ramadan 1440 Hijriah di 2019. Jemaah ponpes ini mulai melaksanakan salat tarawih pada Rabu malam, 22 April 2020, penetapan awal Ramadan berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi berdasarkan kitab Nushatul Majaalis yang sudah dijalankan selama 194 tahun. ANTARA/Zumrotun Solichah

SUMUTkota.com, Jakarta - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat menyoroti kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan tatanan baru atau new normal kendati pandemi Covid-19 belum berakhir. Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi mengatakan, jika kebijakan itu dijalankan untuk semua sector, pondok pesantren juga akan terimbas.

"Pertengahan Syawal, sebanyak 28.194 pesantren dengan jumlah santri 4.290.626 orang akan memulai aktivitas pendidikan," kata Baidowi dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Mei 2020.

Ia meminta pemerintah menjamin standar tatanan baru juga berjalan di pesantren. Protokol yang selama ini disampaikan pemerintah ialah memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Baidowi menyoroti kapasitas infrastruktur dan tenaga medis di pesantren. "Infrastruktur maupun tenaga medis di pesantren masih sangat kurang," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP ini.

Fraksi PPP mengusulkan pemerintah mencari skema lain di luar new normal. Misalnya dengan memfasilitasi materi pendidikan diniyah secara virtual bagi para santri yang disiarkan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, LPP RRI, dan bekerja sama dengan vendor telekomunikasi.

"Serta menggandeng Bank BUMN Syariah yang selama ini sebagai tempat setoran dana haji untuk membantu pembelajaran di pesantren ," kata anggota Komisi BUMN DPR ini.

Santri yang mengikuti pendidikan sekolah dan madrasah harus menyesuaikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

Presiden Joko Widodo sebelumnya berulang kali menyampaikan masyarakat Indonesia harus bersiap memasuki kondisi tatanan baru atau new normal. Jokowi mengatakan masyarakat harus tetap produktif tetapi aman dari Covid-19.

Jokowi mengatakan tatanan baru akan digelar di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota mulai Selasa kemarin, 26 Mei 2020. Empat provinsi itu ialah DKI Jakarta, Jawa Barat khususnya Bekasi, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

Adapun kabupaten/kota di antaranya Kota Palembang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, dan lainnya.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA



PPP Cemaskan Pesantren: Infrastruktur dan Tenaga Medis Kurang | Bang Naga | on Rabu, 27 Mei 2020 12:09 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: PPP Cemaskan Pesantren: Infrastruktur dan Tenaga Medis Kurang
Description: Fraksi PPP mengusulkan pemerintah mencari skema lain di luar new normal untuk lingkungan pesantren.
Alamat: https://news.sumutkota.com/tempo/read/1346688/ppp-cemaskan-pesantren-infrastruktur-dan-tenaga-medis-kurang.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Kematian Wali Kota Seoul hingga Pangeran Arab Saudi Wafat
» Shin Tae Yong Pasti Datang hingga MU Menang Besar
» Kookmin Masuk ke Bukopin, OJK Buka Suara Disebut Antek Asing
» Ahli Respons Paus Pembunuh Orca yang Berebut Dipeluk Warga RI
» Ratapan Istri Salim Kancil Saat Sawah 'Dirampas' Pengusaha
» IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan
» Kanye West Vokal soal Anti Vaksin, Risiko Bagi Bisnis Gap

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
© 2017 - 2020 news.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status


Page loads : seconds