Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pilkada Ditunda Sampai 2021 | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 27 Mei 2020 13:52 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pilkada Ditunda Sampai 2021 | Berita Tempo Hari Ini

Petugas membawa kotak suara tersegel saat Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Jawa Barat di aula KPU Jawa Barat, Bandung, Rabu, 8 Mei 2019. Pleno hari pertama ini akan menghitung perolehan suara di 6 kota kabupaten, sementara beberapa daerah lain belum selesai melakukan rekapitulasi di tingkat kota dan kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

SUMUTkota.com, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat memulai petisi daring mendesak pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 ditunda ke 2021.

Koalisi menilai masih terlalu riskan jika pilkada digelar pada 9 Desember 2020 mengingat pandemi Covid-19 belum jelas kapan akan berakhir.

"Desember 2020 membawa kerentanan dan risiko tersendiri bagi keselamatan dan kesehatan warga negara Indonesia, sehingga mestinya risiko itu tidak kita ambil," kata salah satu anggota Koalisi, Titi Anggraini dalam diskusi daring, Rabu, 27 Mei 2020.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat ini terdiri dari Netgrit, Netfid, Perludem, PUSaKO FH Universitas Andalas, Puskapol Universitas Indonesia, Rumah Kebangsaan, Kopel, JPPR, KIPP Indonesia, PPUA Disabilitas, dan lainnya.

Pendiri Jaringan Demokrasi dan Pemilu Berintegritas (Netgrit), Hadar Nafis Gumay, mengatakan situasi pandemi Covid-19 saat ini masih amat berbahaya dan mengancam kesehatan. Jika pilkada digelar 9 Desember, maka Komisi Pemilihan Umum harus melaksanakan kembali tahapan pilkada pada Juni mendatang.

Hadar mengatakan banyak sekali tahapan yang harus dikerjakan hingga Desember. Dia pun mengingatkan agar tahapan itu tak diabaikan. "Jangan hanya kita langsung melompat menyimpulkan bahwa kerja itu hanya pada pemungutan suara," kata Hadar dalam diskusi yang sama.

Hadar mengatakan, tahapan pilkada itu juga memerlukan banyak sekali peraturan. Namun, hingga kini banyak peraturan yang belum rampung disusun.

Kalau pun sudah siap, kata dia, aturan-aturan itu juga masih harus diperbaiki atau disesuaikan dengan protokol kesehatan. Hadar mengatakan protokol itu bukan hanya harus memastikan keselamatan petugas, tetapi seluruh masyarakat.

Koalisi masyarakat sipil sebelumnya telah menyampaikan usulan penundaan pilkada ke tahun 2021 melalui berbagai forum. Namun, pemerintah dan DPR hingga kini berkukuh kontestasi politik itu digelar pada Desember mendatang.

"Apa yang coba kami sampaikan ternyata tidak begitu didengar, tidak begitu berpengaruh," ujar mantan komisioner KPU ini.



Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pilkada Ditunda Sampai 2021 | Bang Naga | on Rabu, 27 Mei 2020 13:52 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pilkada Ditunda Sampai 2021
Description: Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat memulai petisi daring mendesak pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 ditunda ke 2021.
Alamat: https://news.sumutkota.com/tempo/read/1346730/koalisi-masyarakat-sipil-desak-pilkada-ditunda-sampai-2021.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Pegawai Positif Corona, BPJS Kesehatan Medan Tutup 11 Hari
» BRI Kucurkan Kredit Rp11,2 Triliun dari Simpanan Pemerintah
» Album Debut Irene & Seulgi Kuasai Tangga Lagu Korsel
» Pengamat: PSSI Pikirkan Struktur Dahulu, Baru Piala Dunia
» 5 Ide Bulan Madu 'di Rumah Aja'
» 1.226 Orang, Jatim Catat 33 Persen Kematian Nasional Covid-19
» Efek Buruk Kebiasaan Isi Tangki BBM Tak Pernah Penuh

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
© 2017 - 2020 news.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status


Page loads : seconds