Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Komite Penyelamat TVRI: Proses Seleksi Dirut Tidak Transparan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 27 Mei 2020 18:14 WIB

Komite Penyelamat TVRI: Proses Seleksi Dirut Tidak Transparan | Berita Tempo Hari Ini

Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin (kiri) dan Direktur Utama Pengganti Antarwaktu TVRI terpilih, Iman Brotoseno (kanan) melakukan rapat perdana usai pelantikan di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. Istimewa

SUMUTkota.com, Jakarta - Komite Penyelamat TVRI menyampaikan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Dewan Pengawas (Dewas) dalam proses seleksi Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) di lembaga penyiaran tersebut. Kemarin, panitia pemilihan resmi mengumumkan sutradara Iman Brotoseno sebagai bos baru TVRI untuk masa tugas tahun 2020-2022.

Dugaan pelanggaran pertama yaitu proses seleksi Dirut PAW TVRI tidak transparan dan tidak terbuka untuk publik. “Namun hanya untuk kalangan tertentu saja,” kata Ketua Komite Penyelamat TVRI Agil Samal dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2020.

Kedua, Ketua Dewas Arief Hidayat Thamrin disebut telah non-aktif per 11 Mei 2020. Sehingga, Dewas tidak lagi memiliki keabsahan apapun untuk melakukan tindakan strategis.

Ketiga, proses seleksi tidak sesuai rekomendasi Komisi I DPR yang telah meminta proses seleksi dimulai dari awal. Dua hal inilah yang kemudian dianggap melanggar UU Nomor 13 Tahun 2019 tentang MD3.

Keempat, proses seleksi dianggap melanggar UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Sebab, pengisian jabatan pimpinan tinggi ASN setinggi dirut harus dilakukan pejabat eselon I. Sementara dalam proses seleksi ini dijabat eselon III.

Kelima, proses seleksi dilakukan di tengah sengketa hukum antara tergugat Dewas dan penggugat Helmy Yahya. Helmy tak lain adalah eks Dirut TVRI yang dipecat oleh Dewas.

Keenam, proses seleksi pun dianggap melecehkan Komisi I DPR yang justru tengah menangani masalah kisruh TVRI.

Terkait hal ini, Arief membantah tudingan Agil. Arief mengatakan proses seleksi sudah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, termasuk rekomendasi Komisi I DPR. Menurut dia, proses seleksi sudah digelar sejak Februari 2020 dan diikuti oleh 30 calon. 

Seleksi Dirut TVRI, kata Arief, juga dilakukan secara transparan dan akuntabel melibatkan panel ahli dan tim psikologi Universitas Indonesia (UI). “Serta melibatkan partisipasi dan masukan dari karyawan maupun masyarakat."



Komite Penyelamat TVRI: Proses Seleksi Dirut Tidak Transparan | Bang Naga | on Rabu, 27 Mei 2020 18:14 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Komite Penyelamat TVRI: Proses Seleksi Dirut Tidak Transparan
Description: Komite Penyelamat TVRI menyampaikan enam dugaan pelanggaran dalam proses seleksi Direktur Utama PAW di lembaga penyiaran tersebut.
Alamat: https://news.sumutkota.com/tempo/read/1346853/komite-penyelamat-tvri-proses-seleksi-dirut-tidak-transparan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Anggota DPR Ikut Jemput TKI Ety Negatif Corona
» Polemik Wisata, Bupati Lebak Unggah Klarifikasi Warga Baduy
» Pemerintah Sebut Istilah 'New Normal' Pandemi Covid-19 Keliru
» Jadi Pemain Terbaik Liga Inggris, Fernandes Samai Ronaldo
» Bank Harus Kembalikan Dana LPS Setelah 6 Bulan Disuntik
» KPK Usut Pihak yang Bantu Nurhadi Melarikan Diri
» 8 Pegawai Terpapar Corona, RSUD Kalideres Disterilisasi

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
© 2017 - 2020 news.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status


Page loads : seconds